Cara Atasi Perasaan Penyesalan Terhadap Masa Lalu

Suatu kesalahan yang akhirnya membuat Kita kehilangan sesuatu atau Seseorang Cara Atasi Perasaan Penyesalan Terhadap Masa LaluSuatu kesalahan yang akhirnya membuat Kita kehilangan sesuatu atau Seseorang, pada suatu saat bisa menciptakan penyesalan. Bahkan kadang karena suatu pilihan akhirnya Kita mengalami keadaan ini. Perubahan kehidupan, kehilangan Seseorang, atau mungkin membuat Kita kehilangan sesuatu yang berharga.

Sebuah kesalahan yang akhirnya membuat Kita kehilangan Seseorang, tidak bisa Kita kembalikan lagi. Karena pertemuan dengan Seseorang, kehidupan Kita berubah dan itu tidak bisa dikembalikan lagi. Karena sebuah kesalahan kecil, Kita kehilangan pekerjaan yang selama ini dirintis dengan banyak pengorbanan, tersandung kasus dan sebagainya.

Saat salah satunya terjadi, Kita punya pikiran kenapa harus seperti ini. Jika tahu begini lebih baik tidak melakukan itu. Serta pemikiran lain yang intinya ada penyesalan dalam diri Kita.

Merenung, meratapi, bahkan menangis karena sesuatu yang telah hilang, wajar terjadi. Kita tidak bisa menghindari ekspresi atas suatu perasaan seperti itu. Dan jika saja bisa kembali ke masa lalu, pemicu yang membuat Kita kehilangan sesuatu yang berharga, akan dihindari. Tapi itu tidak mungkin, semua sudah terlanjur terjadi. Kita kehilangan sesuatu yang seharusnya masih Kita miliki. Berusaha untuk mendapatkan kembali, tentu bukan hal yang mudah.

Seolah semangat untuk menjalani kehidupan jadi hilang. Impian yang pernah ada juga bisa lenyap begitu saja. Segala usaha yang dilakukan seperti sia-sia saja, Kita sudah sangat menyesal. Keadaan jadi terpuruk dan untuk mengatasinya, Kita butuh suatu hiburan. Sayangnya kadang hiburan yang Kita pilih justru semakin menyesatkan. Keadaan Kita bisa semakin buruk, kegagalan yang terlanjur terjadi membuat Kita jadi pribadi yang pesimis.

Tidak sedikit yang pada akhirnya justru merusak diri, terjun dalam sebuah pilihan yang semakin membuat keadaan lebih buruk. Itu bukan pilihan yang tepat, semua tahu itu tapi tetap memilih karena ilusi kebahagian yang diberikan. Seperti tidak ada hal positif lain yang bisa menyembuhkan perasaan menyesal seperti ini.

Tapi sebenarnya ada jalan, dan Kita semua bisa melakukannya. Kita tidak perlu lagi menyesali yang sudah terjadi. Asal ada niat dan usaha, semua bisa dilakukan. Kita bisa lebih bahagia tanpa harus menyesali masa lalu.

Kita harus berpikir kedepan, menentukan langkah untuk menggapai apa yang selama ini Kita inginkan. Keinginan yang lebih baik dari apa yang selama ini Kita sesali karena ketiadaannya. Saat Kita sudah menemukan bayangan keinginan yang lebih baik, berikutnya adalah mencari cara agar Kita bisa mendapatkan semua itu.

Dimulai dengan belajar dan menguasai cara untuk mendapatkannya. Kegagalan masa lalu dijadikan pelajaran agar Kita bisa lebih hati-hati dalam usaha untuk mendapatkan apa yang Kita inginkan. Kita harus menanamkan dalam diri sendiri, bagaimana caranya agar Kita pantas dan layak untuk mendapatkan keinginan tersebut.

Kita mencari tahu, mempelajari, dan melihat semua bentuk kebahagiaan dan hal-hal lain yang selama ini belum terpikirkan atau belum pernah Kita alami. Yakinlah bahwa sesuatu yang hilang itu tidak sebanding dengan banyaknya hal baru yang nanti bisa Kita dapatkan.

Kadang, kegagalan itu adalah awal dari pencapaian yang lebih tinggi. Itu hanya teguran, pelajaran, dan modal bagi Kita untuk mencapai masa depan.

Cara untuk mengatasi perasaan penyesalan terhadap masa lalu, adalah dengan melihat hal-hal baru yang bisa Kita capai dimasa depan. Sangat banyak hal yang belum Kita tahu dan Kita lakukan. Dan sudah pasti, hal itu bisa memberikan kebahagiaan dan kesenangan yang belum pernah Kita rasakan.

Itu lebih baik, daripada hanya berdiam diri, menyesali, merusak diri, membiarkan diri dalam keadaan terpuruk, dan sebagainya, cobalah untuk melihat masa depan. Jangan biarkan diri Kita jalan di tempat. Jangan biarkan Kita ketinggalan oleh yang lainnya. Jaman semakin maju, kenapa Kita tidak mengikutinya saja. Nikmati hari ini dan capai masa depan. Mari Move On.
Baca juga: Jika Bisa Kembali Ke Masa Kecil, 5 Hal Ini Pasti Kamu Lakukan