4 Resiko Buruk Pada Tubuh Saat Putus Cinta

 Putus cinta memang merupakan keadaan yang akan melibatkan emosi secara penuh 4 Resiko Buruk Pada Tubuh Saat Putus Cinta

Putus cinta memang merupakan keadaan yang akan melibatkan emosi secara penuh. Namun ternyata saat putus cinta bukan hanya tubuh yang mendapatkan pengaruh. Saat putus cinta juga mempengaruhi dan memang benar-benar terasa bagi tubuh Kita. Menurut beberapa ahli, putus cinta bisa memberikan pengaruh terhadap tubuh. Diantaranya sebagai berikut.

1. Merasakan gejala seperti putus obat ketika sudah ketergantungan

Dijelaskan bahwa otak akan mengeluarkan hormon oksitosin dan dopamin saat jatuh cinta. Efek jatuh cinta ini akan membuat Orang ketergantungan seperti menggunakan obat terlarang. Karena sudah merasa ketergantungan tersebut, ketika putus cinta maka tubuh akan merasakan respon yang sama. Efek yang menyenangkan saat jatuh cinta seketika hilang saat putus cina. Psikolog Dr. Wyatt Fisher menjelaskan bahwa gejala seperti ini pada umumnya akan sembuh setelah beberapa bulan. Ketika Orang mengalami keadaan ini, tidak disarankan untuk terlalu mengurung diri atau menyendiri. Apalagi sampai meratapi keadaan tersebut. Pilihan terbaik ada berinteraksi dengan Orang-orang yang menyenangkan seperti teman-teman atau sahabat. Melakukan aktivitas positif untuk merasakan kesenangan dalam bentuk lain.

2. Depresi

Saat mengalami putus cinta, Kita akan merasakan berbagai perasaan negatif. Seperti sedih, kecewa, marah dan sebagainya. Kita juga akan merasa nafsu makan berkurang, menangis, merasa terisolasi, dan sebagainya. Ini disebabkan oleh menurunnya hormon serotorin. Serotorin berguna untuk menjaga mood agar tetap baik. Kekurangan hormon yang satu ini bisa menyebabkan Seseorang menjadi depresi.

3. Darah Tinggi

Dijelaskan juga ketika Orang sedang memiliki banyak hormon stress, resiko tidak baik yang lain tentunya meningkatnya tekanan darah. Kortisol menyebabkan tekanan darah berlebihan karena saat putus cinta kekanan darah Seseorang menjadi tidak stabil.

4. Sakit Jantung

Ditambahkan lagi oleh Dr. Edison de Mello, MD, PhD, saat patah hati kinerja jantung bisa tidak bekerja dengan baik. Jantung bisa saja membesar sementara ketika putus cinta. Ini bisa membuat jantung tidak bisa memompa dengan baik. Sehingga resiko sakit jantung bisa dialami oleh Seseorang yang terlalu sering patah hati karena putus cinta.

Jadi itulah resiko buruk jika terlalu sakit karena putus cinta. Untuk itu jangan suka menyakiti Orang yang benar-benar sayang sama Kamu. Dan kalau Kamu yang jadi korban, jangan terlalu diratapi. Lebih baik cari hiburan untuk segera move on dari Dia. Kesehatan Kamu lebih penting daripada menangisi Orang yang tidak penting sama sekali. Kebahagiaan bisa dicari dan putus cinta bukan akhir dari segalanya.