Alasan Ada Orang Kaya Memilih Hidup Nomaden (Berpindah-pindah)

Buat bayar kontrakan setahun saja ratusan juta Alasan Ada Orang Kaya Memilih Hidup Nomaden (Berpindah-pindah)

Buat bayar kontrakan setahun saja ratusan juta, bukankah lebih baik jika mereka membeli tanah kemudian membangun rumah, atau langsung beli rumah dan menetap?. Mungkin hal semacam itu yang membuat kita berpikir bahwa mereka melakukan keputusan yang salah. Dari cara pandang orang seperti kita, hidup seperti mereka tentu saja merupakan suatu bentuk pemborosan. Tapi ternyata itu merupakan keputusan yang tepat setelah memahami situasi dan kondisi.

Saya kenal orang yang menjalani kehidupan semacam itu, dulu pernah tinggal di kota Salatiga (tempat saya aktivitas). Dia adalah seorang pengusaha sukses dan dari kisahnya, inilah alasan ada orang kaya lebih memilih hidup berpindah-pindah.

Alasan pertama, membeli rumah harus siap dengan segala konsekuensi yang sangat banyak. Mulai dari siap menerima kondisi lingkungan, tetangga, bahkan hal-hal tidak menyenangkan yang bisa dirasakan kapan saja. Dengan mengontrak bisa pindah kapan saja jika dirasa lingkungan sudah tidak dianggap bagus. Dan tentunya, akan banyak faktor yang bisa menciptakan penyesalan jika sudah terlanjur beli.

Alasan kedua, Orang kaya tidak pernah merasa aman untuk masalah bisnis. Selalu berpikir segala kemungkinan bisa terjadi bahkan kemungkinan terburuk sekalipun. Jadi ketika menganalisa kondisi ekonomi suatu daerah, kebijakan pemerintah, dan lain sebagainya baru memutuskan untuk memulai bisnis disana. Cari kontrakan dan memulai bisnis, dan terus mengembangkan sayap. Mereka bisa menetap bertahun-tahun tapi tetap terus mengontrak.

Ketika kondisi ekonomi mulai tidak stabil dan terus mengalami penurunan, perubahan trend, adanya perubahan kebijakan pemerintah, dan sebab lain, maka sudah saatnya untuk mencari target daerah baru. Untuk berhenti cukup tidak memperpanjang kontrak, tidak perlu mengurus banyak hal yang merepotkan.

Bagi kita mungkin berpikir, bukankah bertahan pada kondisi yang sulit lebih baik daripada merintis usaha baru?. Maka jawabannya tidak bagi mereka. Mereka punya modal, punya strategi sendiri, dan ketika mereka memulai langsung menjadi besar. Justru saat awal memulai, semua begitu menguntungkan jika dibanding bertahan pada bisnis yang sulit.