Pengertian Sampah Anorganik dan Prinsip Pengolahan Sampah Anorganik

Pengertian sampah anorganik pun sangat lekat dalam benak masyarakat yaitu sampah yang berasal dari berbagai tempat dalam bentuk logam atau plastik yang tentunya sangat sulit terurai. Penumpukan sampah anorganik di kalangan masyarakat akibat beberapa faktor seperti volume sampah yang sangat besar sehingga melebihi daya tampung di TPA (tempat pembuangan akhir). Sampah ini banyak dirasakan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan serta kurangnya kebijakan Pemerintah terhadap kondisi ini.

Permasalahan sampah anorganik ini menjadi masalah yang cukup besar dikarenakan berhubungan dengan habit atau kebiasaan masyarakat sendiri bahkan khususnya masyarakat yang berada di kota besar. Bahkan seperti kota terbesar Jakarta setiap harinya sekitar 6000 ton sampah yang dihasilkan baik sampah anorganik maupun jenis lainnya. Hal ini perlu ditangani agar kelak tidak menyimpulkan masalah seperti pencemaran air, udara, dan tanah yang menjadi sumber penyakit.

Salah satu sampah anorganik yang cukup besar dihasilkan yaitu sampah industry. Sampah industry ini merupakan bahan sisa yang dikeluarkan akibat proses pengolahan di suatu industry. Limbah industry ini pun terbagi atas limbah industry pangan, limbah industry kimia dan bangunan, serta limbah industry logam dan elektronik.

Baca juga : Manfaat Biogas dan Tips Penanganan Pengolahan Biogas

Limbah industry kimia dan bahan bangunan berupa zat-zat kimia cair sisa hasil olahan yang tentunya juga mampu mencemari lingkungan. Sedangkan limbah industry logam dan elektronika berupa besi, serbuk bahkan asap yang sangat mengganggu kondisi lingkungan dan kesehatan.

Dampak sampah anorganik bagi kehidupan kita sangatlah besar seperti berpengaruh dalam kesehatan, kualitas udara dan air, serta lingkungan social dan ekonomi. Salah satu dampak bagi kesehatan ialah meningkatnya penyakit demam berdarah akibat tumpukan sampah yang menjadi sarang nyamuk. Selain itu, kandungan logam berat yang telah mencemari juga sangat berpengaruh bagi tubuh manusia yaitu anemia, penurunan kecerdasan, dan gangguan pada organ tubuh lain.

Pembakaran sampah anorganik pun juga dapat mencemari kondisi udara karena menimbulkan beberapa gas yaitu karbonmonoksida (CO), karbondioksida (CO2), nitrogen monoksida (NO, amoniak, gas belerang dan gas lainnya. Gas-gas tersebut sangat berpengaruh juga terhadap lapisan atmosfer bumi hingga menimbulkan global warming. Tak hanya itu sampah organik juga menimbulkan dampak social ekonomi masyarakat seperti membentuk pemandangan yang buruk, kondisi masyarakat yang kurang bersahabat bahkan bencana banjir yang tentunya berdampak terhadap kerugian secara material.

Baca juga : Limbah Rumah Tangga dan Sifatnya

 pun sangat lekat dalam benak masyarakat yaitu sampah yang berasal dari berbagai tempat da Pengertian Sampah Anorganik dan Prinsip Pengolahan Sampah Anorganik

Prinsip Pengolahan Sampah Anorganik

Prinsip-prinsip pengolahan sampah anorganik berikut ini bisa diterapkan agar sampah tidak sampai menjadi masalah yang buruk bagi kesehatan dan lingkungan.

1. Mengurangi (Reduce)
Dalam hal ini ialah mengurangi penggunaan barang sekali pakai dan tentunya mengurangi penggunaan barang-barang yang sulit terurai seperti plastik.

2. Menggunakan kembali (Reuse)
Yang dimaksud ialah penggunaan barang dalam jangkau panjang hingga barang tidak memiliki fungsi utamanya lagi.

3. Mendaur ulang (Recycle)
Salah satu prinsip ini yang paling utama dalam pengolahan sampah dikarenakan sulit untuk didaur ulang akan tetapi jika dilakukan sedikit perlakuan maka akan menjadi nilai ekonomis yang tinggi.

4. Mengganti (Replace)
Pertama yang harus dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap sekitar kemudian menggunakan barang yang lebih ramah lingkungan.

5. Menghargai (Respect)
Dalam hal ini yang dimaksudkan ialah menghargai alam dengan bersikap bijaksana dalam penggunaan barang apapun sehingga tidak menimbulkan efek negatif bagi lingkungan.

Jenis sampah anorganik berupa plastik mampu didaur ulang dan dimanfaatkan menjadi beberapa produk lain. Sampah plastik ini dapat diolah kembali menjadi sebuah sumber energy, gas bahkan minyak. Selain itu, sampah plastik jenis polyethylene dapat didaur ulang kembali melalui proses cracking sebagai konversi bahan bakar minyak serta dapat dimanfaatkan sebagai pembuat karbon aktif.

Baca juga : Pupuk Organik : Pengertian, Jenis dan Perbedaan dengan Anorganik

Beberapa generasi muda pun kini telah sadar akan sampah anorganik ini sehingga melakukan daur ulang sampah dari plastik maupun logam menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomis tinggi. Beberapa teknik yang digunakan untuk pengolahan sampah anorganik plastik ialah dengan pewadahan, pengumpulan, penanganan dan pemindahan, pengangkutan. Plastik biasanya diubah menjadi beberapa produk seperti tas, hiasan rumah atau bahkan bentuk kursi atau pot. Maka dari itu, perlu adanya dukungan dari pemerintah untuk lebih memperhatikan permasalahan sampah anorganik ini.