Limbah Rumah Tangga dan Sifatnya

Limbah rumah tangga yang seperti kita ketahui ialah semua hasil atau sisa dari segala aktivitas di rumah tangga. Limbah rumah tangga bisa disebut juga sebagai sampah organik yang mudah diurai. Limbah rumah tangga pun seringkali berupa air limbah atau air kotor yang mengandung berbagai zat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Jenis limbah dari  rumah tangga berupa air kotor terdiri atas 99.7% air dan 0.3% bahan lain seperti zat kimia, koloid dan terlarut, bahan organik seperti protein, lemak serta garam dan metal. Biasanya limbah dari  rumah tangga juga dianggap sebagai air pembuangan dari rumah tangga, pemukiman, perdagangan, daerah kelembagaan, serta tempat wisata.

Hal ini tentunya sangat mengganggu lingkungan hidup karena masih belum ada pengolahan secara signifikan sehingga dapat mencemari air. Kualitas air sungai pun kini dari hulu ke hilir telah menurun akibat limbah domestic khususnya limbah dari  rumah tangga. Bahan-bahan yang telah mencemari kondisi air sungai ialah TSS, BOD, minyak dan lemak serta detergen yang tentunya tidak mudah larut dalam air.

Sifat Limbah Rumah Tangga

 yang seperti kita ketahui ialah semua hasil atau sisa dari segala aktivitas di rumah tang Limbah Rumah Tangga dan Sifatnya

Baca juga : Contoh Keragaman Budaya Indonesia

Sifat limbah rumah tangga terdiri dari beberapa aspek seperti suhu, kekeruhan, padatan tersuspensi, pH dan lain sebagainya yang akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Suhu
Suhu limbah melebihi tinggi suhu normal air yaitu 40 hingga 500C sehingga memiliki efek negatif yaitu turunnya kadar oksigen terlarut. Dalam hal ini maka timbul bau busuk akibat aktivitas bakteri, algae yang melakukan pembusukan serta terbentuk gas H2S akibat proses anaerob.

2. Kekeruhan
Kekeruhan ini ditimbulkan adanya bahan-bahan anorganik yang tercampur sehingga menimbulkan sifat optic sinar matahari yang terserap.

3. Padatan tersuspensi
Padatan ini menjadi salah satu penyebab keruh yang memiliki kandungan beberapa zat padatan seperti sulfat dan klorida, garam-garam kalsium sehingga dapat menurunkan kadar oksigen pula.

4. pH
Nilai pH dalam limbah ialah 5 hingga 9 akibat adanya karbonat hidroksida yang mampu menaikkan kebasahan air. Terkadang juga kondisi pH lebih ke asam akibat kondisi air yang banyak mengandung senyawa sulfat yang tinggi.

5. Daya Hantar Listrik (DHL)
Hal ini merupakan kemampuan limbah untuk menghantarkan listrik. Biasanya DHL mencapai 50 hingga 1500 pmholcm akibat kondisi air yang terkandung natrium, magnesium, sulfat dan klorida.

6. Biological Oxygen Demand (BOD)
BOD menjadi salah satu parameter kualitas limbah untuk melihat kandungan oksigen. BOD limbah mencapai sekitar 200 ppm dan ketika BOD semakin tinggi dapat menyebabkan mikroorganisme dan mikroba mati karena kandungan oksigen menurun.

7. Dissolved Oxygen (DO)
DO ialah konsentrasi oksigen terlarut pada suatu perairan dan biasanya mencapai minimal 0.5 mg/L. seperti kita tahu bahwa kehidupan makhluk hidup dalam air juga membutuhkan kandungan oksigen yang cukup sedangkan limbah rumah tangga ini dapat menurunkan kandungan oksigen dalam air.

Baca juga : Contoh Nama Alat Musik

 Efek buruk limbah ialah memberikan gangguan- gangguan yang signifikan baik dari segi kesehatan maupun lingkungan. Limbah ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung didalamnya mengandung penyakit yang bahkan menular.

Seperti halnya limbah yang berupa tinja dan urine sangat berbahaya dikarenakan mengandung mikroba pathogen yang memiliki kemampuan hidup dalam jangka waktu tertentu dan dalam kondisi ekstrim sekalipun. Mikroba pathogen ini dapat menimbulkan penyakit menular seperti diare, hepatitis A, polio, typus, kolera dan lain sebagainya.

Dampak negatif lainnya ialah bagi lingkungan seperti yang paling signifikan gangguan terhadap makhluk hidup dalam air. Tingginya kadar pencemaran dalam air dapat mengakibatkan kandungan oksigen menurun serta beberapa zat atau senyawa yang tentunya mengandung racun dan mengancam kehidupan makhluk hidup daerah perairan.

Pengolahan limbah rumah tangga pun dapat dilakukan dengan berbagai cara dan paling utama adalah dimulai dengan sadar akan bahaya limbah ini. Limbah rumah tangga terdiri atas limbah padat dan limbah cair. Salah satu bentuk pengolahan limbah rumah tangga berupa limbah padat ialah dengan memilah menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik dapat kita manfaatkan sebagai pupuk kompos sedangkan sampah anorganik yang berupa plastik maupun logam dapat dimanfaatkan menjadi produk lain yang memiliki nilai jual.

Limbah cair juga dapat kita olah kembali melalui beberapa penyaringan hingga tidak akan mencemari perairan. Dengan demikian, limbah rumah tangga tidak menjadi momok dikemudian hari tetapi menjadi yang bermanfaat bagi kita juga.