√ Pengertian Antibiotik dan Jenis – Jenis Antibiotik

Kalau sedang sakit, maka kita sudah pasti sedang tersangka virus, bakteri, atau kuman. Jika tidak segera dibasmi, maka akan terus meradang alhasil penyakit yang biasa, akan bertambah parah. Cara membasmi virus penyakit adalah dengan cara mengobatinya. Segera kunjungi petugas kesehatan terdekat, yakni dokter untuk mendapatkan obat antibiotik.

Obat adalah solusi utama yang harus kita ambil untuk segera mendapatkan kesembuhan dari sakit yang kita derita. Obat bisa dalam bentuk cairan yakni sirup atau padat berupa pil atau kapsul. Untuk cairan bisa diminum Karena berbentuk sirup dan atau disuntikkan, karena memang berupa cairan suntik.

Kalau minum kapsul dan atau pil bisa dengan langsung diminum menggunakan air atau dengan makanan. Banyak jenis obat yang beredar di pasaran sesuai dengan fungsinya masing-masing. Kita mengonsumsi obat juga harus berdasarkan pada keluhan yang kita alami. Selain itu, obat untuk anak dan dewasa juga berbeda.

Walaupun variasi obat ada banyak, namun isi dari obat sama, yakni terdiri dari saripati ramuan yang dipadatkan atau dimasukkan ke dalam kapsul. Ramuan obat ini sudah dikenal racik sesuai dengan komposisi bahan yang pas dan disesuaikan dengan bahan khasiatnya. Di dalam ramuan itu, ditambahkan dengan antibiotik. Fungsinya adalah sebagai bahan pelengkap yang sangat bermanfaat untuk mendukung kinerja obat.

Namun sebenarnya, fungsi dari obat ini selain sebagai pendukung kinerja obat lainnya, juga sebagai penambah kekebalan tubuh terhadap perkembangan kuman penyakit. Di mana virus yang berkembang ini disebabkan oleh kuman penyakit yang terus bertambah, sehingga mengganggu sistem kekebalan tubuh. Dengan mengonsumsi obat yang mengandung antibiotik ini, maka kekebalan tubuh kita ikut diperkuat.

Mengenal lebih jauh tentang pengertian Antibiotik

Antibiotik adalah sebuah hasil proses pengolahan dari berbagai jenis mikroorganisme yang kemudian disinergikan menjadi satu untuk melawan perkembangan mikroorganisme jahat yang berkembang. Sehingga penangkal dari kuman penyakit yang merupakan jenis makhluk hidup yang tidak terlihat ini juga adalah dengan menggunakan makhluk hidup itu sendiri, namun sudah diolah sedemikian rupa sesuai dengan ilmu farmasi yang telah ada.

Antibiotik

 maka kita sudah pasti sedang tersangka virus √ Pengertian Antibiotik dan Jenis - Jenis Antibiotik

Secara istilah, pengertiannya adalah terdiri dari dua kata yang dijadikan satu frase. Ada kata “anti” dan “ biotik”. Kata “anti” yang berarti bebas atau melawan dan kata “butik” yang berarti benda hidup sebagai kebalikan dari abiotik atau benda tak hidup. Sehingga dapat diartikan sebagai ajang perlawanan terhadap makhluk hidup yang merugikan oleh jenis makhluk hidup itu sendiri.
Antibiotik ini termasuk dalam bahan farmasi yang diracik secara kimiawi. Terdiri dari gabungan unsur yang dikaitkan menjadi satu, sehingga menjadi senyawa yang memiliki fungsi penting. Untuk itulah penggunaannya harus sebijak mungkin.

Jika berlebihan penggunaannya akan berbahaya, jadi harus dengan resep dokter. Beberapa akibat yang ditimbulkan oleh kelebihan disisi ini adalah terjadinya resistensi dan hipersensitif. Resistensi dan hipersensitivitas itu sendiri adalah sebuah keadaan di mana tubuh sudah kebal dengan obat, sehingga saat sakit tidak bisa diobati.

Fungsi dari senyawa ini adalah untuk menghambat terjadinya sintesa pada dinding sel, membrane sel, protein sel, dan DNA serta RNA.

Awal kemunculannya, antibiotik ini diperkenalkan oleh dr. Alexander Flemming sekaligus sebagian penemunya. Penemuan tersebut terjadi pada tahun 1882 DNA kemudian di tahun 1941 dikembangkan oleh dr. Florey. Jenisnya sangat banyak, sebagai jenis pertama yang ditemukan adalah bernama Penisilin. Untuk satuan penggunaannya menggunakan Satuan Internasional atau SI dalam miligram atau mg.

Baca juga : 7 Contoh Antibiotik Alami di Sekitar Kita

Adapun jenis-jenis Antibiotik yang bisa kita kenali yakni :

Berdasarkan cara kerjanya

  • Penicillin
  • Quinolone
  • Macrolide
  • Ionomycin
  • Sulfa
  • Azaserine

Berdasarkan strukturnya

  • Aminoglikosida
  • Karbapenem
  • Vankomisin
  • Makrolida
  • Kolistin
  • Siprofloksasin
  • Pristinamycin
  • Linezolid
  • Kotrimoksazol
  • Asam fusidat

Berdasarkan spektrum kerja

  • antibiotik spektrum luas
  • antibiotik spektrum sempit

Berdasarkan komposisi bakterinya

  • Amoksisilin
  • Sefradin
  • Linkomisin
  • Klortetrasiklin
  • Eritromisin
  • Siprofloksasin
  • Kanamisin
  • Aztreonam
  • Fansidar

Penggolongan tersebut yang kemudian membuat petugas farmasi bisa membedakan dalam peracikan obat.

Penggunaan jenis obat ini sangatlah penting, terutama saat ada gangguan kesehatan, utamanya saat kulit terluka. Banyak obat di pasaran yang mengandung bahan ini, namun akan lebih baik jika konsultasi terlebih dahulu kepada dokter sehingga akan mendapatkan antibiotik yang tepat.